Rangkuman Isu Pekan Ini: Tambang, Demo ASN, dan Banjir Landak
Rangkuman Isu Pekan Ini: Tambang, Demo ASN, dan Banjir Landak
Bulan Januari 2025 sudah masuk minggu terakhir. Banyak warganet berceloteh bahwa bulan ini terasa begitu lama. Mungkin karena setiap hari selalu ada berita baru yang menyita perhatian. Mulai dari isu pendidikan, lingkungan, hingga pemerintahan, semuanya mencuri sorotan publik. Berikut rangkuman beberapa isu penting yang perlu mendapatkan atensi pada rentang 20-26 Januari:
Perguruan tinggi diusulkan jadi pengelola tambang
Dalam rapat paripurna DPR RI untuk merevisi UU Minerba pada Kamis (23/1), muncul usulan untuk memberikan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada badan usaha milik perguruan tinggi. Gagasan ini diajukan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dengan harapan agar kampus-kampus dapat memanfaatkan sumber daya alam untuk mendukung kegiatan akademik sekaligus ekonomi.
Namun, usulan ini menuai pro dan kontra. Walhi dan BEM SI secara tegas menolak wacana ini. Sebaliknya, Forum Rektor Indonesia mendukung usulan ini. Kini, RUU Minerba yang sudah disahkan menjadi RUU Inisiatif masih menunggu tahap pembahasan lebih lanjut di DPR, dengan kemungkinan besar akan terus menjadi perdebatan publik.
Demo ASN Kemendikti: tuding menteri dzalim
Pada Senin (20/1), aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor kementerian. Mereka membawa spanduk besar bertuliskan kritik pedas kepada Mendikti, Satryo Soemantri Bodjonegoro, seperti “Institusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri #Lawan #MenteriDzalim”.
Demo ini mencuat karena berbagai keluhan dari para ASN terkait kebijakan yang dinilai otoriter dan tidak berpihak pada pegawai. Salah satu pemicu utama adalah dugaan pemecatan salah seorang ASN secara verbal, tanpa proses administrasi yang sesuai aturan. Selain itu, sejumlah ASN juga menyebut bahwa kebijakan kementerian saat ini terlalu berpusat pada kepentingan pribadi.
Belum ada tanggapan resmi dari Mendikti terkait aksi ini, namun warganet sudah ramai membahasnya di media sosial, sebagian mendukung aksi para ASN, sementara yang lain mempertanyakan langkah-langkah hukum yang diambil. Situasi ini membuka diskusi lebih luas tentang manajemen birokrasi di lembaga negara yang seharusnya berorientasi pada pelayanan publik.
Banjir besar di Landak, Kalimantan Barat
Sejak Selasa (21/1), banjir besar melanda dua desa di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, yakni Desa Darit dan Desa Ancang. Ketinggian air yang mencapai 3-4 meter membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Lebih dari 20 ribu keluarga terdampak, dengan ribuan rumah terendam hingga membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, banjir ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Banjir ini merupakan yang terbesar dalam 30 tahun terakhir. Bantuan logistik dan medis terus didistribusikan oleh pemerintah daerah dan relawan.
Januari penuh dinamika telah memberikan banyak pelajaran dan tantangan. Dari isu pendidikan hingga lingkungan, semuanya mengingatkan kita betapa pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan yang berdampak luas. Mari terus pantau dan kritisi isu-isu penting, agar kita bisa berkontribusi lebih baik dalam menciptakan perubahan yang positif.