Sukatani dan Kepolisian RI: Dari Permintaan Maaf hingga Tawaran Duta Polri
Sukatani dan Kepolisian RI: Dari Permintaan Maaf hingga Tawaran Duta Polri
Duo musisi yang tergabung dalam band Sukatani tiba-tiba mengunggah video permintaan maaf kepada pihak kepolisian pada Kamis (20/2), melalui akun resmi Sukatani. Salah satu lagunya yang berjudul “Bayar Bayar Bayar” dikatakan mencoreng nama baik kepolisian, sehingga akan dihapus dari platform digital, seperti Spotify dan YouTube.
Mengenal band Sukatani
Band beraliran punk new wave ini berasal dari Purbalingga, Jawa Tengah. Berdiri pada tahun 2023, Sukatani hanya digawangi oleh dua orang personel: Ovi alias Twister Angel sebagai vokalis, dan Al alias Alectroguy sebagai gitaris sekaligus pengisi vokal latar.
“Bayar Bayar Bayar” merupakan satu dari delapan trek yang ada pada album mereka, “Gelap Gempita”. Album tersebut memang menceritakan tentang realitas sosial yang terjadi di masyarakat, khususnya yang ada di sekitar mereka: hutan yang berubah jadi bandara, hingga isu sosial, politik, dan lingkungan.
Lagu “Bayar Bayar Bayar” sendiri merupakan sebuah kritik terhadap oknum-oknum kepolisian yang harus dibayar dulu agar mau melayani masyarakat. Penggalan liriknya seperti ini:
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Mau bikin gigs bayar polisi
Lapor barang hilang bayar polisi
Masuk ke penjara bayar polisi
Keluar penjara bayar polisi
Lagu dihapus, justru makin viral
Sukatani langsung menghapus lagunya dari akun YouTube dan Spotify resmi begitu video permintaan maaf tersebar luas. Namun, justru lagu tersebut viral dan dikenal banyak orang. Lagu ini bahkan dinyanyikan oleh para demonstran kala aksi demo Indonesia Gelap di berbagai daerah.
Warganet mengaitkan fenomena ini dengan streisand effect. Seperti yang dikatakan oleh pengguna X @WidasSatyo, “Sukatani itu bukan band mainstream popular alias niche yang segmented banget. Gara-gara dipaksa klarifikasi, malah viral kemana-mana. Sekarang udah rame di Instagram, yang cakupannya udah nggak sekecil Twitter. Nggak pernah tahu soal Streisand Effect sih. Banyakin baca makanya.”
Adapun streisand effect adalah istilah untuk hal-hal yang dilarang tayang atau muncul, tapi justru menarik perhatian banyak orang. Terbukti, Sukatani kini lebih dikenal dengan trending di X selama lebih dari sehari, serta diliput banyak media. Banyak yang membela Sukatani, utamanya karena ada indikasi pemaksaan menunjukkan wajah asli pada video tersebut. Setelah selama ini, dua personel Sukatani selalu tampil anonymous dengan topeng.
Ditawari jadi Duta Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat suara terkait masalah ini. Pada Jumat (20/2), ia menegaskan bahwa kepolisian tidak anti-kritik dan tidak masalah dengan isi lagu “Bayar Bayar Bayar”. Sigit mengatakan bahwa ada kesalahpahaman atau miss yang terjadi di balik video permintaan maaf Sukatani berikut penarikan lagunya.
Lebih lanjut, pada pernyataan yang disampaikan di hari Minggu (23/2), Sigit mengajak Sukatani untuk menjadi duta Polri guna melakukan perbaikan institusi, serta mencegah adanya perilaku penyimpang dari seluruh personel Polri.
“Nanti kalau band Sukatani berkenan akan kami jadikan juri atau band duta untuk Polri terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi, dan juga konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang menyimpang,” jelas Sigit, seperti dikutip CNN.
Kasus Sukatani membuktikan bahwa upaya meredam kritik bisa berujung sebaliknya. Justru semakin memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Dari lagu yang dihapus hingga tawaran menjadi duta Polri, perjalanan Sukatani kini menjadi sorotan publik.