Filateli, Bagaimana Kabarnya di Era Modern Ini?
Filateli, Bagaimana Kabarnya di Era Modern Ini?
Filateli, hobi mengoleksi prangko dan benda-benda pos sejenis mulai booming di Indonesia sejak tahun 1920-an. Asosiasi penggemar filateli yaitu Perkumpulan Filateli Indonesia (PFI) merayakan ulang tahun ke-102 pada 29 Maret lalu. Namun, romantisme surat-menyurat kini sudah tergerus arus teknologi. Lalu, bagaimana kabar filateli di Indonesia saat ini?
Hobi filateli tidak ditinggalkan
Menurut Chelsea Orlea, mahasiswi Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran dalam artikelnya soal filateli, hobi ini sedang menemukan relevansi baru di abad ke-21. Meski surat-menyurat sudah ditinggalkan, masih ada orang-orang yang gemar mengoleksi dan saling mengirim kartu pos. Selain untuk menghidupkan kembali kesan nostalgia, kegiatan ini dilakukan untuk ‘melarikan diri’ dari cepatnya arus digital.
Teknologi terkini juga membantu kegiatan filateli, lho! Ada platform khusus seperti Postcrossing yang membantu kita bertukar kartu pos dengan masyarakat seluruh dunia. Alhasil, hobi filateli tetap lestari karena menemukan kebaruan.
Penggalakan literasi soal filateli untuk anak muda Indonesia
Di Indonesia, PFI masih senantiasa berjaya. Kepengurusannya sekarang dipimpin oleh Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.
Periode ini adalah kali kedua bagi Fadli sebagai Ketua PFI. Pada kesempatan kali ini, PFI berencana fokus meningkatkan literasi tentang filateli pada anak muda. Goal-nya adalah menciptakan klub-klub filateli baru agar hobi ini senantiasa eksis.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, untuk menjadi filatelis perlu belajar dengan tekun, dan adanya peningkatan literasi,” jelas Fadli seperti dikutip Antara.
Upaya ini menjadi langkah penting untuk mengatasi anggapan bahwa filateli adalah hobi generasi tua. Dengan mengemas filateli sebagai kegiatan yang seru, edukatif, dan relevan, PFI berusaha menarik perhatian generasi muda.
Hobinya para bangsawan
Filateli memang sebuah hobi yang punya sejarah panjang. Di Indonesia, hobi ini terus berkembang sejak kemunculan kartu pos dan prangko. Kartu pos pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1874 dan masih tanpa gambar. Versi kartu pos bergambar baru muncul setelah tahun 1906.
Prangko lebih dulu muncul di Indonesia per 1 April 1864 dengan gambar Raja Willem III. Baik kartu pos dan prangko punya manfaat lebih dari sekadar alat komunikasi. Namun bisa jadi sarana edukasi dan apresiasi seni.
Di level internasional, hobi filateli juga digemari oleh para bangsawan. Di antaranya adalah Ratu Elizabeth, Ratu Monaco, dan Raja George. Tak ayal jika hobi ini sempat jadi hobi eksklusif pada masanya, hingga ada ungkapan bahwa filateli adalah “king of hobbies and hobby of the kings” (rajanya hobi dan hobinya para raja).
Filateli, yang pernah dikenal sebagai hobi para bangsawan, kini membuktikan bahwa ia mampu bertahan dan beradaptasi di tengah derasnya arus teknologi. Dengan kombinasi romantisme masa lalu dan inovasi modern, hobi ini terus memikat hati para penggemar baru, terutama generasi muda pecinta sejarah. Tertarik untuk ikut menghidupkan kembali pesona filateli di era digital ini?