Skip to main content
Aplikasi kencan online yang banyak digemari anak muda (FOTO: Pexels)
Aplikasi kencan online yang banyak digemari anak muda (FOTO: Pexels)

Dating App Kini Banyak Ditinggalkan Pengguna, Apa Alasannya?

By Salma Fauziah
Aplikasi kencan online yang banyak digemari anak muda (FOTO: Pexels)
Aplikasi kencan online yang banyak digemari anak muda (FOTO: Pexels)

Dating App Kini Banyak Ditinggalkan Pengguna, Apa Alasannya?

By Salma Fauziah

Beberapa media mulai menyoroti berkurangnya pengguna aplikasi kencan (dating app) sejak tahun lalu. Padahal, aplikasi kencan pernah berada di fase puncak, utamanya saat pandemi. Apakah ini pertanda bahwa romansa akan kembali ramai dilakukan dengan cara-cara lama? Atau pertanda fenomena lain?

Online dating app sudah ada sejak era 90-an

Situs perkenalan kencan online ternyata sudah ada sejak era 90-an. Tepatnya tahun 1995, Match.com, sebuah situs kencan, rilis di Amerika Serikat. Namun, kala itu layanan ini belum banyak digandrungi. Kebanyakan orang takut dicap “menyedihkan” jika mendaftarkan diri ke situs kencan online.

Barulah saat Tinder rilis di tahun 2012, online dating jadi hal yang tak lagi tabu. Dengan fitur swipe kanan dan kiri untuk memilih pasangan kencan yang ideal, aplikasi kencan jadi sesuatu yang umum dan menyenangkan.

Populer di kalangan anak muda Indonesia

Survei Populix bertajuk Indonesia Usage Behaior and Online Security on Dating Apps menyoroti popularitas aplikasi kencan di tanah air. Survei yang diselenggarakan pada pertengahan Januari 2024 tersebut memaparkan bahwa kebanyakan anak muda lebih nyaman membangun hubungan romansa dengan perantara teknologi.

Tiga aplikasi kencan teratas yang digemari anak muda Indonesia adalah Tinder, Tantan, dan Bumble. Meski begitu, co-founder Populix, Eileen Kamtawijoyo menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil pasangan yang bertemu di aplikasi kencan akhirnya lanjut ke jenjang pernikahan.

“Data mengungkapkan bahwa mereka tidak menggunakan (aplikasi kencan untuk menemukan) pasangan hidup, melainkan untuk mendapatkan teman chat, penasaran ingin coba, dan untuk bersenang-senang,” ungkapnya, seperti dilansir GoodStats.

Meredupnya popularitas aplikasi kencan secara global

Semenjak pandemi berlalu, pangsa pasar aplikasi kencan ternyata justru turun. Menurut data The Economist, jumlah pengguna yang mengunduh aplikasi kencan turun dari 287 juta di tahun 2020 menjadi 237 juta di tahun 2023. Survei lain mengungkapkan bahwa jumlah pengguna aktif enam aplikasi kencan terlaris juga turun secara signifikan. Dari 154 juta pengguna di tahun 2021, menjadi 137 juta di kuarter kedua tahun 2023.

Untuk menutup target pendapatan, banyak pengembang aplikasi kencan yang mulai memberlakukan paket berbayar untuk fitur-fitur tertentu. Misal, harus membayar untuk bisa swipe tanpa batas, dan sejenisnya. Namun, cara ini tampaknya juga tak banyak membantu, sebab banyak anak muda mulai tak tertarik menggunakannya.

Banyaknya penipuan dan perasaan jenuh 

Segala sesuatu yang instan, seperti perkenalan melalui aplikasi kencan, pasti punya sisi buruk. Salah satunya adalah soal keamanan. Survei Populix yang sama mengungkapkan berbagai pengalaman buruk yang dialami pengguna aplikasi kencan di Indonesia.

56% dari 732 responden mengaku punya pengalaman tak menyenangkan terkait aplikasi kencan. Ada yang pernah ditipu dengan profil palsu, mendapat kata-kata tak senonoh, hingga mengalami pelecehan seksual. 

Selain riskan soal keamanan, banyak pemuda juga tak lagi tertarik bermain aplikasi kencan karena merasa jenuh. Bayangan harus melakukan swipe berkali-kali lalu membalas tumpukan chat lawan jenis, membuat banyak pengguna merasa cepat lelah.

“Ini (baca: aplikasi kencan) nggak menyenangkan, penuh kebohongan, dan sangat melelahkan,” ujar seorang influencer TikTok Amerika Serikat, dilansir The Economist.

Fenomena meredupnya aplikasi kencan bukan berarti romansa akan sepenuhnya kembali ke cara lama. Sebaliknya, ini mencerminkan perubahan preferensi dalam mencari pasangan. Alih-alih melihat ini sebagai akhir dari era online dating, mungkin ini adalah awal dari bentuk baru dalam dunia percintaan digital. Bagaimana menurutmu?



Share