Obesitas Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenapa Begitu?
Obesitas Ternyata Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Kenapa Begitu?
Obesitas tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental. Gangguan seperti depresi dan kecemasan sering kali muncul sebagai dampak dari kondisi ini.
Fakta tersebut disampaikan oleh dr. Elvina Gunawan, Sp. KJ dalam siniar tentang kesehatan mental bersama Raditya Dika. Penasaran bagaimana detailnya?
Obesitas dan gangguan kesehatan mental
Obesitas adalah kondisi yang kompleks. Banyak faktor yang bisa berpengaruh pada kenaikan berat badan. Obesitas juga membuat kesehatan fisik jadi terganggu, seperti sesak napas hingga stroke.
Ternyata, penelitian menunjukkan bahwa obesitas juga dapat mengganggu kesehatan mental. Meski ada juga kasus kesehatan mental justru memicu seseorang mengalami kenaikan berat badan secara signifikan. Ini artinya, obesitas dan kesehatan mental memang punya hubungan yang saling berkaitan.
Apakah obesitas dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental?
Gangguan kesehatan mental bisa terjadi karena banyak hal, sehingga kadang sulit menentukan apakah obesitas jadi pemicunya. Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa obesitas dapat memengaruhi kondisi mental.
- Alasan biologis
Obesitas dapat meningkatkan jumlah zat kimia inflamasi dalam tubuh. Inflamasi atau peradangan tubuh ini lalu memengaruhi cara kerja otak, sehingga memicu depresi.
- Alasan sosial
Orang yang mengalami obesitas sering mendapatkan perilaku diskriminasi atau bullying. Akibatnya, rasa percaya diri menurun, lalu timbul perasaan kesepian atau terisolasi. Perasaan-perasaan negatif inilah yang kemudian mengganggu kondisi mental.
Jenis gangguan kesehatan mental karena obesitas
- Kecemasan
Melansir GoodRx, terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa orang dengan obesitas lebih mungkin mengalami gangguan kecemasan (anxiety). Meskipun penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui, beberapa penjelasan mengungkapkan bahwa rasa cemas mungkin berasal dari bullying terhadap berat badan.
- Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat pengidapnya merasakan sedih terus-menerus dan kehilangan minat akan hobi. Nafsu makan yang meningkat dan kenaikan berat badan juga termasuk gejala umum depresi.
Selain itu, banyak obat untuk mengobati depresi yang dapat meningkatkan berat badan dan resistensi insulin. Resistensi tersebut juga bisa meningkatkan risiko diabetes.
- Gangguan makan
Beberapa orang yang mengalami obesitas cenderung fokus berlebihan untuk menurunkan berat badan. Diet ketat dilakukan demi berat badan ideal. Namun, jika dilakukan tanpa pengawasan, justru menimbulkan gangguan makan.
Tips meningkatkan kesehatan fisik dan mental
Terlepas dari berat badan, ada banyak langkah yang dapat kita ambil untuk melindungi kesehatan mental. Dengan melakukan perubahan gaya hidup tertentu, kita dapat meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental kita.
- Makan makanan sehat
Makan makanan sehat dapat memiliki dampak positif pada kesehatan mental. Serotonin, neurotransmiter yang mengatur suasana hati, tidur, dan nafsu makan, sebagian besar diproduksi di saluran pencernaan. Oleh karena itu, pencernaan dan makanan yang kita konsumsi mempengaruhi produksi serotonin dan suasana hati kita. - Tidur cukup dan teratur
Kurang tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan emosional kita. Tidur yang cukup penting untuk menjaga fungsi tubuh yang sehat, termasuk metabolisme. Orang yang kurang tidur cenderung makan lebih banyak makanan kaya karbohidrat, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. - Tingkatkan kegiatan fisik yang sehat
Olahraga adalah aktivitas penting untuk kesehatan fisik dan mental kita. Olahraga secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan stroke.
Penting bagi kita untuk memahami hubungan antara obesitas dan kesehatan mental, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keduanya. Yuk, jangan ragu untuk mulai hidup sehat!