Kenapa Asupan Gizi Anak Harus Terpenuhi?
Kenapa Asupan Gizi Anak Harus Terpenuhi?
Gizi menjadi parameter penting yang perlu diperhatikan setiap orang tua. Kurangnya gizi pada anak akan memengaruhi berbagai aktivitas hariannya, mulai dari belajar di sekolah hingga nanti ketika mereka bekerja.
Indonesia sendiri tidak luput dari permasalahan gizi yang buruk. Melansir databoks, permasalahan gizi selama 2019-2022 yang dialami balita Indonesia didominasi oleh stunting, underweight, wasting, dan overweight.
Kemendikbud sendiri menyebut, masalah gizi pada anak ini disebabkan kurangnya asupan harian karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, penyakit infeksi yang diidap anak juga menyebabkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tidak terpenuhi.
4 dampak gizi buruk pada anak
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, setidaknya ada empat dampak yang terjadi jika asupan gizi anak buruk.
1. Wasting (kekurangan berat badan)
Wasting adalah kondisi dimana berat badan yang dimiliki anak tidak ideal jika dibandingkan dengan tinggi yang dimilikinya. Hal ini bisa terjadi jika asupan nutrisinya tidak terpenuhi atau faktor lain seperti terkena diare yang membuat berat badan turun drastis.
Jika kalian mendapati anak-anak mengalami wasting dalam rentang waktu yang singkat, segera dilakukan pencegahan. Pencegahan yang telat bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.
2. Stunting (tinggi badan kurang)
Stunting terjadi apabila tinggi badan yang dimiliki anak berada di bawah normal untuk anak seusianya.
Stunting tidak terjadi tiba-tiba, melainkan terbentuk bahkan sejak masih di dalam kandungan. Karenanya perlu nutrisi yang baik bagi ibu hamil serta memenuhi asupan seimbang ketika anak memasuki masa pertumbuhan.
3. Underweight (kurus)
Underweight adalah kondisi dimana berat badan anak tidak ideal jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Biasanya mereka yang mengalami underweight bisa juga mengalami stunting, wasting, atau malah keduanya.
4. Defisit vitamin dan mineral
Kekurangan vitamin dan mineral bisa dialami oleh mereka yang berat badannya kurang atau bahkan normal. Beberapa vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh anak diantaranya yodium, vitamin A, dan zat besi. Kurangnya vitamin dan mineral ini akan memengaruhi tumbuh kembang anak.
Gizi penting untuk anak-anak
Sumber gizi yang penting untuk anak, terutama mereka yang masih sekolah antara lain: karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.
Kemudian muncul pertanyaan, kira-kira berapa ya kandungan yang dibutuhkan anak berdasarkan usianya?
Gizi yang dibutuhkan anak sekolah umur 6 tahun
Mengacu pada laman hellosehat, anak usia 6 tahun setidaknya membutuhkan gizi sebagai berikut.
Kebutuhan gizi makro:
- Energi: 1440 kkal
- Protein: 25 gram
- Lemak: 50 gram
- Karbohidrat: 220 gram
- Serat: 20 gram
- Air: 1450 ml
Kebutuhan gizi mikro:
Vitamin:
- Vitamin A: 450 mikrogram
- Vitamin D: 15 mikrogram
- Vitamin E: 7 miligram
- Vitamin K: 20 mikrogram
- Vitamin B12: 1,5 mikrogram
- Vitamin C: 45 miligram
Mineral:
- Kalsium: 1000 miligram
- Fosfor: 500 miligram
- Natrium: 900 miligram
- Kalium: 2700 miligram
- Besi: 10 miligram
- Iodium: 120 mikrogram
- Seng: 5 miligram
Gizi yang dibutuhkan anak sekolah umur 7-9 tahun
Sedangkan anak yang berusia 7-9 tahun, membutuhkan nutrisi sebagai berikut:
Kebutuhan zat gizi makro
- Energi: 1650 kkal
- Protein: 40 gram
- Lemak: 55 gram
- Karbohidrat: 250 gram
- Serat: 23 gram
- Air: 1650 ml
Kebutuhan zat gizi mikro
Vitamin:
- Vitamin A: 500 mikrogram
- Vitamin D: 15 mikrogram
- Vitamin E: 8 miligram
- Vitamin K: 25 mikrogram
- Vitamin B12: 2,0 mikrogram
- Vitamin C: 45 miligram
Mineral:
- Kalsium: 1000 miligram
- Fosfor: 500 miligram
- Natrium: 1000 miligram
- Kalium: 3200 miligram
- Besi: 10 miligram
- Iodium: 120 mikrogram
- Seng: 5 miligram
Ingat 4 pilar gizi seimbang
Untuk menciptakan anak yang sehat dan bergizi, ada 4 hal yang perlu diperhatikan.
- Mengonsumsi aneka ragam pangan
- Membiasakan perilaku hidup sehat
- Melakukan aktivitas fisik
- Memantau berat badan secara teratur
Itulah mengapa gizi yang baik penting bagi anak. Perlu diingat, pemberian gizi bukan hanya perlu diperhatikan pada masa perkembangan anak, tetapi juga ketika anak masih di dalam kandungan.