Skip to main content
Terong Goreng (Pinterest: Rosalyn)
Terong Goreng (Pinterest: Rosalyn)

Kenapa Ada Sayuran yang Sebaiknya Nggak Digoreng?

By Putri Nurbaiti
Terong Goreng (Pinterest: Rosalyn)
Terong Goreng (Pinterest: Rosalyn)

Kenapa Ada Sayuran yang Sebaiknya Nggak Digoreng?

By Putri Nurbaiti

Kalau ngomongin gorengan, siapa sih yang bisa nolak? Renyah, gurih, pokoknya nagih banget. Tapi tau nggak sih, ternyata ada beberapa jenis sayuran yang sebenarnya nggak disarankan buat digoreng? Bukan cuma soal kalorinya yang naik, tapi secara ilmiah, ada kandungan penting di dalam sayur yang bisa rusak atau bahkan berubah jadi nggak sehat kalau ketemu minyak panas.

Yuk, kita kulik lebih dalam soal ini!

Sayuran yang Sebaiknya Nggak Digoreng

  1. Brokoli: Brokoli itu kaya banget sama vitamin C dan senyawa antioksidan kayak sulforaphane yang bagus buat tubuh. Tapi, menurut penelitian, kalau brokoli digoreng atau dipanaskan dalam minyak panas, kadar vitamin C-nya bisa anjlok sampai 60%! Belum lagi, senyawa sulforaphane yang sensitif panas bisa hilang, padahal itu yang bantu tubuh kita lawan radikal bebas.
  2. Bayam: Bayam itu kaya zat besi, kalsium, dan vitamin A. Tapi kalau digoreng, vitamin A dan C dalam bayam bisa rusak parah. Belum lagi, bayam punya kandungan nitrat alami. Saat digoreng di suhu tinggi, nitrat ini bisa berubah jadi nitrosamin, zat yang dalam jumlah banyak bisa meningkatkan risiko kanker.
  3. Tomat: Ini mungkin agak mengejutkan. Memang, ada penelitian yang bilang likopen (antioksidan dalam tomat) makin kuat setelah dipanaskan. Tapi saat digoreng, biasanya tomat akan menyerap banyak minyak dan ini bisa menambah kalori jahat. Ditambah lagi, vitamin-vitamin penting seperti vitamin C akan rontok karena panas tinggi.
  4. Paprika: Paprika, khususnya yang merah, punya banyak vitamin C dan beta karoten. Lagi-lagi, kedua nutrisi ini sensitif banget sama panas. Digoreng sebentar aja bisa nurunin nilai gizinya drastis. Plus, paprika yang digoreng biasanya juga jadi nyerap minyak, bikin kalorinya meledak.
  5. Terong: Terong itu kayak spons kalau soal minyak! Sekali digoreng, dia bakal nyerap minyak banyak banget. Akibatnya, terong yang tadinya sehat malah jadi tinggi lemak jenuh dan kalori. Padahal, manfaat antioksidan dari terong bisa didapet lebih maksimal kalau diolah dengan metode lain, kayak dipanggang atau ditumis ringan.

Kenapa Sayuran Jadi Bermasalah Kalau Digoreng?

Secara ilmiah, ada beberapa alasan kenapa goreng-menggoreng bisa merusak kandungan baik dalam sayur:

  • Panas tinggi: Vitamin C, vitamin A, dan beberapa antioksidan sangat rentan terhadap suhu tinggi. Mereka bisa rusak, berubah bentuk, atau bahkan hilang sama sekali.
  • Oksidasi: Menggoreng di suhu tinggi bisa memicu oksidasi lemak baik, menghasilkan radikal bebas yang malah berbahaya buat tubuh.
  • Pembentukan senyawa berbahaya: Seperti nitrosamin dari nitrat alami yang berubah saat kena suhu panas berlebih.

Selain itu, teknik menggoreng biasanya bikin makanan jadi super berminyak. Ini nambahin kalori "kosong" yang kalau keseringan dikonsumsi, bisa meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, bahkan penyakit jantung.

Cara Mengolah Sayuran Supaya Tetap Sehat

Kalau mau tetap nikmatin sayuran tanpa kehilangan nutrisinya, mending pilih teknik seperti mengkukus (steaming), selain mengkukus ada juga dengan metode direbus sebentar (blanching) agar tidak menghilangkan nutrisinya dan tekstur masih renyah Buat kalian yang bosen atau ga doyan dengan cara direbus dan kukus, boleh juga untuk ditumis cepat dengan sedikit minyak agar tetap menjaga manfaat dari sayuran tersebut. Terakhir, ada juga dengan metode panggang menggunakan suhu sedang. Metode yang terakhir bisa menggunakan oven ataupun air fryer.

Sobat JakIcon, dengan begitu kandungan vitamin dan antioksidannya tetap terjaga, dan kita tetap dapet manfaat maksimal dari si sayur-sayur ini. 



Share