Skip to main content
FOTO: Tumpukan Sampah di Tangsel hanya di Semprot Anti Bau & di Tutup menggunakan Terpal (sumber: cna.id)
FOTO: Tumpukan Sampah di Tangsel hanya di Semprot Anti Bau & di Tutup menggunakan Terpal (sumber: cna.id)

Tangsel Krisis Sampah: Terpal & Semprotan Anti-Bau Jadi “Solusi Sementara” Warga Terganggu

By Putri Nurbaiti
FOTO: Tumpukan Sampah di Tangsel hanya di Semprot Anti Bau & di Tutup menggunakan Terpal (sumber: cna.id)
FOTO: Tumpukan Sampah di Tangsel hanya di Semprot Anti Bau & di Tutup menggunakan Terpal (sumber: cna.id)

Tangsel Krisis Sampah: Terpal & Semprotan Anti-Bau Jadi “Solusi Sementara” Warga Terganggu

By Putri Nurbaiti

Jakarta — Krisis sampah yang melanda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belakangan ini memicu kegelisahan masyarakat. Tumpukan sampah yang berserakan di sejumlah titik di kota itu bukan saja mengganggu pemandangan, tetapi pula menimbulkan aroma tak sedap yang mengusik kenyamanan warga serta pengguna jalan. 

Pemkot Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah cepat dengan menutup tumpukan sampah yang belum terangkut dengan terpal dan melakukan penyemprotan cairan ramah lingkungan di sekelilingnya sebagai solusi sementara. Meski tindakan ini dimaksudkan untuk meredam bau dan menjaga ketertiban di area publik, tak sedikit warga menilai upaya tersebut seperti “mengambil penutup daripada mengurai masalah pokok”.

Situasi Aktual di Lokasi

Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah terlihat di bawah flyover Ciputat, pinggir jalan raya, trotoar, hingga sekitar kawasan Puskesmas Serpong. Sampah yang seharusnya segera diangkut justru dibiarkan di lokasi dan ditutup terpal berwarna biru, dengan penyemprotan bahan anti-bau secara berkala untuk mengurangi aroma busuk. 

Seorang pengendara yang melintas di kawasan Ciputat mengaku masih mencium bau tak sedap meski sampah sudah ditutup. “Terpalnya membantu sedikit, tapi bau masih tercium di siang hari. Ini membuat kami yang beraktivitas di luar rumah jadi kurang nyaman,” ujarnya. Warga lainnya pun mengeluhkan kesan kota yang tampak “kumuh” akibat tumpukan sampah yang belum teratasi sepenuhnya.

Penyebab Di Balik Krisis

Masalah ini bermula setelah penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang oleh pemerintah setempat untuk dilakukan penataan ulang dan pembangunan landfill baru. Akibatnya, transportasi sampah dari berbagai titik di Tangsel terganggu karena belum tersedianya fasilitas pengganti yang memadai. Produksi sampah di kota ini diperkirakan mencapai ratusan ton per hari, sedangkan TPS dan fasilitas pengolahan sementara tidak dapat menampung semuanya secara optimal.

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, dalam rilis sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan harus menjadi lokasi penampungan sementara karena proses rehabilitasi TPS masih berlangsung dan dijadwalkan rampung pada akhir Desember 2025. Pemerintah kota juga berencana memanfaatkan teknologi pengolahan sampah seperti PSR (Environmentally Friendly Waste Burning) serta skema 3R (Reduce-Reuse-Recycle).

Respons Pemerintah Kota

Kepala DLH Tangsel, Bani Khosyatullah, menjelaskan bahwa langkah penutupan terpal dan penyemprotan cairan bukan solusi akhir, melainkan bagian dari damage control agar dampak bau tidak mengganggu warga sekitar saat masa transisi. Ia menegaskan petugas kebersihan tetap melakukan pengangkutan dan pemantauan secara berkala sambil menunggu selesainya penataan TPA Cipeucang dan pengaktifan fasilitas pengolahan sampah baru.

“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan kami lakukan agar dampak bau bisa ditekan, terutama bagi warga di sekitar lokasi. Ini bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bani dalam keterangan pers, Senin lalu.

Tanggapan dan Tantangan ke Depan

Sejumlah pengamat lingkungan menilai strategi sementara tersebut perlu dilengkapi dengan perencanaan jangka panjang agar persoalan sampah tidak kembali berulang. Mereka menyarankan peningkatan kapasitas fasilitas pengolahan, sistem pengangkutan yang lebih efisien, serta edukasi masyarakat soal pemilahan sampah sejak dari rumah. Masyarakat sendiri berharap pemerintah kota bisa segera menghadirkan solusi permanen agar lingkungan Tangsel lebih bersih dan sehat kembali.



Share