Skip to main content

PMII Ngamuk: 25 Merek Ini Kena Boikot karena Terafiliasi Israel

By Putri Nurbaiti

PMII Ngamuk: 25 Merek Ini Kena Boikot karena Terafiliasi Israel

By Putri Nurbaiti

JAKARTA – Ramadan belum juga usai, tapi panasnya politik global udah makin membara. Di tengah lantunan doa dan sahur yang damai, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memilih untuk nggak diam. Mereka resmi menyerukan boikot terhadap 25 merek beken yang (katanya) punya hubungan mesra dengan Israel.

Aksi ini diumumkan bukan di kafe hipster atau forum elite, tapi lewat “Ngaji Pergerakan” yang diadakan di markas besar PB PMII, Jakarta, Selasa, 25 Maret 2025. Dan jangan salah, ini bukan sekadar gaya-gayaan ala aktivis medsos. PMII serius. Mereka marah karena Israel terus-terusan menghujani Gaza dengan serangan, bahkan saat umat Islam lagi khusyuk puasa.

“Di saat kita khusyuk menjalankan puasa, mereka malah kembali menyerang saudara-saudara kita di Gaza. Nggak ada empatinya sama sekali!” geram M. Irkham Tamrin, Sekjen PB PMII.

Irkham nggak cuma mengandalkan retorika. Ia langsung ngajak masyarakat buat nyatakan sikap: boikot! Bukan boikot ala-ala, tapi yang serius dan ngena ke jantung ekonomi: lewat kantong kita. Intinya, jangan kasih satu rupiah pun ke produk yang bisa mempertebal dompet perusahaan yang punya jejak dukungan ke Israel.

Dan ini bukan asal tuduh, lho. PMII ngaku udah kaji dalam-dalam pakai lima indikator dari Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023. Mulai dari siapa yang punya saham, siapa yang dukung genosida, sampai nilai-nilai perusahaan yang dianggap nabrak agama dan konstitusi.

Yang kena boikot? Siap-siap, karena daftarnya nggak main-main: mulai dari Danone Aqua, Coca-Cola, Pepsi, Milo, sampai Nescafé buat yang doyan minum-minum manis dingin-dingin, lalu ada Oreo, Cadbury, Toblerone, KitKat, dan Good Time buat yang nggak bisa hidup tanpa camilan manis. Di dapur, kamu juga harus rela say goodbye ke Heinz ABC, Knorr, Royco, Maggi, dan si keju legendaris Kraft. Urusan bersih-bersih rumah? Maaf, tapi Rinso, Molto, Sunlight, SuperPell, dan Vixal juga harus dicoret dulu dari daftar belanja. Terakhir, buat yang hobi dandan dan jaga penampilan, siap-siap minggir dari Pepsodent, Axe, Pantene, Oral-B, dan si glamor L’Oréal.

Lengkap banget, kan? Dari yang lo sikat pas sahur, sampai sabun cuci piring buat emak-emak, semua ada. PMII minta gerakan ini bukan cuma buat kaum urban yang rajin ngafe dan jajan, tapi sampai ke pelosok desa.

“Kita minta semua umat Islam, dari anak-anak sampai dewasa, dari kota sampai kampung, buat satu suara: cukup sudah! Jangan beli produk-produk ini lagi,” kata Irkham, mantap.

Kalau biasanya boikot cuma jadi trending topik sebentar, PMII pengen ini jadi gerakan serius. Katanya, ini bagian dari jihad ekonomi – bukan ngangkat senjata, tapi narik dompet dan bilang: nggak dulu, bro.



Share