Kolaborasi PKM UMN dan AIMI, Perkuat Kampanye Sosial tentang Edukasi ASI Eksklusif
Kolaborasi PKM UMN dan AIMI, Perkuat Kampanye Sosial tentang Edukasi ASI Eksklusif
Berkolaborasi dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan program bernama “Pendampingan Kampanye Sosial Terintegrasi dalam Program Promosi yang Dikelola oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)”. Program yang berlangsung sepanjang Juli–Desember 2024 ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang jadi salah satu fokus perguruan tinggi, termasuk UMN. Adapun tujuan PKM satu ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengurus AIMI dalam mengelola kampanye secara integratif di media sosial.
Program diawali dengan diskusi untuk mencari kebutuhan pengurus AIMI
Selvi Amelia selaku Ketua PKM UMN Bersama AIMI mengutarakan, “Kami berharap dengan lebih terintegrasi maka program promosi yang dilakukan AIMI untuk memberikan dukungan pada sesama ibu menyusui dapat lebih berdampak ke banyak pihak terkait”.
Selanjutnya, Selvi memaparkan mekanisme yang ia dan timnya tempuh untuk menyusun program ini. Demi mewujudkan program yang benar-benar selaras dengan kebutuhan pengurus AIMI, mereka melakukan diskusi terlebih dulu dengan pengurus AIMI pusat. Hasilnya, pengurus AIMI di tingkat nasional memerlukan peningkatan kemampuan dalam mengelola kampanye yang terintegrasi di media sosial. “Untuk itu, kami bukan hanya mengadakan pelatihan. Namun juga sekaligus kami melakukan pendampingan dalam proses penyusunan dan pelaksanaannya,” tukas Selvi.
Rangkaian kegiatan PKM bersama AIMI dimulai sejak bulan Juli 2024. Kegiatan diawali dengan diskusi internal antara tim PKM dengan pengurus AIMI pusat. Adapun topik diskusinya adalah kebutuhan pengurus AIMI dalam mengedukasi dan mendampingi para ibu sebagai bentuk mother-to-mother support group.
Workshop Kampanye Sosial Integrasi
Akhirnya, pada 7 September 2024, kegiatan pertama berhasil terselenggara. Kegiatan “Workshop Kampanye Sosial Integrasi” diadakan secara hybrid, melalui Zoom untuk peserta di luar Jabodetabek dan di Menara Kompas, Jakarta, untuk peserta yang bisa hadir secara luring. Narausmber dari workshop tersebut datang dari tim dosen pelaksana PKM, yaitu Selvi Amalia, M.Si., dari program studi Komunikasi Strategis, Helga Liliani, M. Kom., dari program studi Pendidikan Jarak Jauh Ilmu Komunikasi, dan Edo Tirtadarma, M.Ds., dari program studi Desain Komunikasi Visual (DKV).
Di tengah pemaparan materi, Helga memberikan apresiasi hangat untuk AIMI yang telah banyak mengedukasi masyarakat, khususnya para ibu, “Saya pribadi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh AIMI untuk mengedukasi ibu-ibu di Indonesia agar dapat berhasil memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, semoga apa yang telah dipelajari bersama melalui PKM ini dapat memberikan manfaat bagi AIMI agar semakin banyak menjangkau ibu-ibu lainnya melalui media sosial”.
Harapan dari Tim PKM UMN
Selaku ketua, Selvi mengungkapkan, besar harapan dari tim PKM UMN bahwa program ini dapat meningkatkan kemampuan pengurus AIMI dalam mengelola kampanye sosial. Dengan strategi yang tepat, AIMI juga bisa memperluas jangkauan program-programnya. Manfaatnya tidak hanya untuk AIMI, tapi bisa menyebar ke masyarakat luas yang semakin tersadar pentingnya ASI eksklusif dan dukungan sosial terhadap ibu dan bayi untuk memperoleh haknya.
Untuk itu, setelah pelatihan berlangsung, para peserta yang terdiri dari pengurus AIMI ini tidak akan dilepas begitu saja. Mereka akan mendapatkan pendampingan langsung untuk menyusun program kampanye digital, sekaligus evaluasi setelah sebulan kampanye dilaksanakan.
“Kami sangat bersyukur dan sangat berterima kasih untuk tim dari UMN yang sudah meluangkan waktunya untuk memberikan pelatihan dan kesempatan kepada ibu-ibu di AIMI untuk saling berbagi dan belajar tentang social media campaign ini. Selain berbagi tentang hal edukasi menyusui tentunya,” ungkap Almira Khairaz selaku Kadiv Komunikasi AIMI Pusat dengan syukur.
Program ini merupakan wujud komitmen UMN dalam mendukung inisiatif sosial yang fokus pada kesehatan ibu dan anak. Semoga kolaborasi ini menimbulkan dampak keberlanjutan dan akan terus ada di masa depan. Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk membantu masyarakat Indonesia meraih kehidupan yang lebih sejahtera.