Skip to main content
Dharma Pongrekun dan Ridwan Kamil (Pinterest: Suara.com)
Dharma Pongrekun dan Ridwan Kamil (Pinterest: Suara.com)

Ridwan Kamil dan Dharma Pongrekun Menjadi Buah Bibir Masyarakat, Apa Kata Mereka?

By Putri Nurbaiti
Dharma Pongrekun dan Ridwan Kamil (Pinterest: Suara.com)
Dharma Pongrekun dan Ridwan Kamil (Pinterest: Suara.com)

Ridwan Kamil dan Dharma Pongrekun Menjadi Buah Bibir Masyarakat, Apa Kata Mereka?

By Putri Nurbaiti

Belum lama ini telah terlaksana Pilkada Jakarta 2024 dengan menghadirkan tiga kekuatan berbeda dari tiap paslon. Calon pertama Ridwan Kamil dan Suswono. Paslon yang diusung oleh partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Calon kedua Dharma Pongrekun-Kun Wardana, paslon ini sangat independen mengikuti jalur Pilkada Jakarta 2024 secara perseorangan. Terakhir, calon ketiga Pramono Anung dan Rano Karno, pasangan ketiga tersebut diusung oleh (PDI-P) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat).

Dari ketiga calon pasangan Pilkada Jakarta 2024, terdapat dua calon pasangan yang sering menjadi sorotan netizen Indonesia. Masyarakat Indonesia lebih banyak melemparkan candaan dan komentar ke calon urut 1 Ridwan Kamil karena sikap yang akan dibawa terutama mengenai sepak bola antara Persija dan Persib, sedangkan calon urut 2 Dharma Pongrekun karena statement uniknya

Dharma Pongrekun pensiun pada tahun 2024, pernah menjabat sebagai Perwira Tinggi di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Lemdiklat Polri), dan seorang Komisaris Jenderal Polisi (Bintang Tiga). Dharma Pongrekun secara nyata dan yakin berdiri sebagai calon independe tanpa ada koalisi dari partai manapun. 

Keyakinan yang tinggi dari Dharma Pongrekun tersebut menjadi sorotan masyarakat Indonesia ditambah dengan statement baru-baru ini yang dikeluarkan mengenai pendekatan filosofi dan religius dalam politik. 

Secara lantang paslon urut 2 memberikan tanggapan “Mana Lebih Kuat Tuhan atau Jokowi” dari pertanyaan yang dilemparkan oleh wartawan mengenai derasnya dukungan Jokowi ke paslon urut 1. 

Tanggapan yang dikeluarkan Dharma Pongrekun menjadi sorotan serta menuai komentar candaan dari masyarakat Indonesia. Mulai dari menganalogikan ke dalam kompetisi sepak bola, "Seperti liga bola, Tuhan itu pelatih legendaris yang gak pernah kalah, sementara Jokowi itu kapten tim yang sedang on fire. Tapi pada akhirnya, pelatih utama selalu punya kuasa penuh atas timnya." ucapnya.  

Bahkan masyarakat mengaitkannya dengan sepak bola antara Persija dan Persib. Kata salah satu komentar "Duh, kalau debat Tuhan vs Jokowi ini kayak debat Persija lawan Persib, admin mending skip aja. Takut salah komen di timeline keluarga pacar." ucapnya. Komentar lain. Pendukung Persija: "Tuhan lebih kuat, tapi kalau Jokowi dukung Persija, kita makin di atas angin!" Pendukung Persib: "Kang Emil lebih kuat buat Persib, nih. Tuhan tetap jadi pengadil akhir, tapi Kang Emil sponsor favorit!"

Keterkaitan antara tanggapan calon urut 1 dengan paslon 2 berhubungan dengan masyarakat Jakarta yang mempertanyakan sikap apa yang akan dilakukan Ridwan Kamil jika terpilih menjadi Gubernur Jakarta, apakah akan mendorong sepak bola Persija, sedangkan Ridwan Kamil berasal dari Jawa Barat dan pendukung berat Persib. Melalui salah satu channel podcast artis Indonesia, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa jika terpilih akan menerapkan dirinya seperti pelatih Timnas Indonesia Shin-Tae Yong waktu Indonesia melawan Korea. Namun, sejauh ini hasil quick count menunjukkan suara Ridwan Kamil masih kalah dengan paslon urut 3. Dari perolehan sementara itu bahkan memunculkan tanggapan gurauan lainnya dari masyarakat Indonesia yang juga ikut mengkhawatirkan kelanjutan karir Ridwan Kamil, apakah akan menjadi pengangguran karena masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat telah berakhir. 

Tanggapan yang dilemparkan masyarakat Indonesia mengenai serba-serbi Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 ini menjadi satu hal yang krusial sehingga pentingnya masyarakat Indonesia untuk memilah dan memilih sebelum berkomentar. 

Serta menanggapi isu serius dengan tanggapan yang humoris dinilai tepat karena dirasa tidak akan memperkeruh situasi politik saat ini, namun dengan tetap memperhatikan etika dalam berkomentar.



Share