Skip to main content
Paus Fransiskus (Pinterest: JawaPos)
Paus Fransiskus (Pinterest: JawaPos)

Selamat Jalan, Paus Fransiskus: Sang Paus Rakyat yang Menginspirasi Dunia

By Putri Nurbaiti
Paus Fransiskus (Pinterest: JawaPos)
Paus Fransiskus (Pinterest: JawaPos)

Selamat Jalan, Paus Fransiskus: Sang Paus Rakyat yang Menginspirasi Dunia

By Putri Nurbaiti

Kabar duka datang dari Vatikan. Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sedunia, wafat pada hari Senin Paskah, 21 April 2025, di usia 88 tahun. Beliau menghembuskan napas terakhir di kediamannya, Casa Santa Marta, setelah mengalami stroke yang menyebabkan koma dan kegagalan jantung.

Paus yang Merakyat

Paus Fransiskus, yang lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio di Buenos Aires, Argentina, dikenal sebagai Paus pertama dari Amerika Latin dan juga Jesuit pertama yang menduduki tahta suci. Sejak terpilih pada 2013, beliau membawa angin segar dengan gaya kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Beliau memilih tinggal di rumah tamu Vatikan daripada Istana Apostolik, dan lebih suka mengenakan pakaian sederhana.​

Komitmennya terhadap kaum miskin, lingkungan, dan kelompok yang terpinggirkan membuatnya dicintai banyak orang. Namun, sikap progresifnya juga menuai kritik dari kalangan konservatif, terutama terkait pandangannya terhadap komunitas LGBTQ+ dan reformasi dalam tubuh Gereja.

Perpisahan yang Mengharukan

Meskipun kesehatannya menurun, Paus Fransiskus masih sempat menyapa umat pada Minggu Paskah, sehari sebelum wafatnya. Dalam surat wasiatnya, beliau meminta agar dimakamkan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, tanpa kemewahan.

Jenazah beliau akan disemayamkan di Basilika Santo Petrus mulai Rabu, dan pemakaman dijadwalkan pada Sabtu, 26 April 2025. Prosesi ini akan dihadiri oleh berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, mantan Presiden Joe Biden, dan Pangeran William dari Inggris.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus. Dalam pernyataan resminya, Prabowo mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok panutan dunia yang tulus memperjuangkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan. Ia juga mengingat kembali momen istimewa ketika Sri Paus mengunjungi Jakarta pada tahun 2024, yang meninggalkan kesan mendalam di hati seluruh rakyat Indonesia.

Meski tidak dapat menghadiri proses pemakaman Paus Fransiskus secara langsung, Prabowo akan mengirim utusan resmi dari pemerintah Indonesia untuk hadir dalam upacara pemakaman di Vatikan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyebut bahwa Prabowo tidak dapat menghadiri proses pemakaman tersebut.

Warisan yang Abadi

Paus Fransiskus meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik. Beliau dikenal sebagai "Paus Rakyat" karena kedekatannya dengan umat dan keberaniannya dalam membawa perubahan. Dari reformasi keuangan Vatikan hingga seruan untuk keadilan sosial dan perlindungan lingkungan, warisannya akan terus dikenang.​



Share