Skip to main content
Sirkus Taman Safari Indonesia (Pinterest: suaradotcom)
Sirkus Taman Safari Indonesia (Pinterest: suaradotcom)

Drama Eks Pemain Sirkus vs Taman Safari: Siapa Sebenarnya yang Salah?

By Putri Nurbaiti
Sirkus Taman Safari Indonesia (Pinterest: suaradotcom)
Sirkus Taman Safari Indonesia (Pinterest: suaradotcom)

Drama Eks Pemain Sirkus vs Taman Safari: Siapa Sebenarnya yang Salah?

By Putri Nurbaiti

Belakangan ini dunia maya lagi heboh gara-gara kasus antara eks pemain sirkus dengan Taman Safari Indonesia. Cerita ini jadi makin ramai setelah dibahas langsung di podcast Deddy Corbuzier dan kemudian diklarifikasi sama Tony Sumampau, pendiri PT. Taman Safari Indonesia. Jadi sebenarnya apa sih yang terjadi?

Awalnya, eks pemain sirkus ini curhat di podcast Deddy Corbuzier. Dia cerita (mantan pemain sirkus) soal pengalaman kerjanya yang katanya penuh tekanan, perlakuan yang nggak adil, sampai masalah kesejahteraan hewan yang dia rasain selama kerja di bawah naungan Taman Safari. Menurut dia, ada ketidakberesan dalam pengelolaan hewan dan perlakuan terhadap karyawan. Pernyataannya langsung bikin netizen gercep, banyak yang marah dan ngerasa empati.

Tapi, seperti biasa, di setiap cerita ada dua sisi. Gak lama setelah itu, Tony Sumampau (salah satu pendiri PT. Taman Safari Indonesia) muncul buat klarifikasi di sebuah wawancara. Menurut Tony, tuduhan yang dilempar itu banyak yang nggak bener. Dia menjelaskan kalau Taman Safari punya standar tinggi buat kesejahteraan hewan, bahkan udah dapet sertifikasi internasional. Tony juga bilang kalau soal hubungan kerja, semua karyawan itu punya kontrak yang jelas. Jadi kalau ada masalah, mestinya diselesaikan lewat jalur hukum atau mediasi, bukan malah curhat di podcast.

Tony juga menekankan bahwa pihak Taman Safari selalu terbuka untuk kritik, tapi kritik itu harus berdasar fakta, bukan asumsi atau cerita sepihak. Dia merasa narasi yang dibangun malah menyesatkan publik dan ngerugiin nama baik perusahaan yang udah dibangun puluhan tahun.

Kalau ngelihat dari dua sisi ini, memang situasinya nggak segampang “pilih siapa yang benar”. Ada baiknya kita sebagai penonton juga bijak, dengerin dua sisi cerita dulu sebelum narik kesimpulan. Soalnya kadang apa yang viral di internet itu cuma potongan kecil dari cerita sebenarnya.

Kasus ini juga jadi pengingat penting buat semua pihak, baik perusahaan maupun karyawan. Soal kesejahteraan hewan itu bukan main-main, dan perlakuan terhadap pekerja juga harus sesuai aturan. Di sisi lain, kalau ada masalah, idealnya diselesaikan lewat jalur yang benar, bukan langsung diumbar di media publik, supaya nggak jadi bias atau malah tambah panjang urusannya.

Akhirnya, semoga aja kasus ini bisa jadi pelajaran berharga, gak cuma buat pihak-pihak yang terlibat, tapi juga buat kita semua yang gampang banget “panas” di dunia maya. Karena dalam setiap drama, penting buat kita tetap waras dan cari tahu fakta sebenarnya sebelum ikutan rame.

Lalu apa yang bisa sobat Jakizen lakukan? Kasus seperti ini pasti membingungkan karena sebenarnya siapa yang benar dan salah, mana yang harus dihukum?! Namun, Jakizen harus banget menyikapi secara bijak dengan mendengarkan dan membaca informasi dari dua sudut pandang, dan bijak dalam berkomentar di sosial media ya sobat Jakizen.



Share