Skip to main content
Menara Eiffel di Paris, tempat olimpiade 2024 diselenggarakan(Foto: Unsplash/Amanda MA)
Menara Eiffel di Paris, tempat olimpiade 2024 diselenggarakan(Foto: Unsplash/Amanda MA)

Mengenal Peraih Medali Indonesia di Olimpiade 2024

By Raihan Atha
Menara Eiffel di Paris, tempat olimpiade 2024 diselenggarakan(Foto: Unsplash/Amanda MA)
Menara Eiffel di Paris, tempat olimpiade 2024 diselenggarakan(Foto: Unsplash/Amanda MA)

Mengenal Peraih Medali Indonesia di Olimpiade 2024

By Raihan Atha

Seluruh mata dunia sedang tertuju pada perhelatan olimpiade yang dilaksanakan di Paris tahun ini. Olimpiade yang berlangsung sejak 26 Juli dan berakhir 11 Agustus ini dihadiri oleh berbagai peserta dari seluruh dunia.

Ada setidaknya 329 nomor di 32 cabang olahraga yang diperlombakan. Indonesia sendiri hanya mengikuti 12 cabang olahraga berbeda dengan 29 atlet yang akan bertanding.

Dari pagelaran itu, setidaknya Indonesia berhasil meraih satu medali perunggu dan dua medali emas. Siapa saja kira-kira sosok yang berhasil mengharumkan nama Indonesia itu di kancah internasional?

Gregoria Mariska Tunjung, penyumbang medali perunggu pertama dari cabang bulu tangkis tunggal putri

Gregoria-Mariska(Foto:AP/Kin-Cheung).jpegFoto: AP/Kin Cheung

Gregoria Mariska Tunjung lahir pada 11 Agustus 1999 di Wonogiri, Jawa Tengah. Ia berhasil menyabet medali perunggu pada cabang bulu tangkis tunggal putri dan menjadi medali pertama bagi Indonesia.

Memiliki tinggi 166 cm, Gregoria mengawali karirnya sebagai pebulu tangkis bersama PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat sebelum akhirnya bergabung dengan Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur pada 2013.

Atlet yang mengandalkan tangan kanannya ketika memegang raket ini menempati posisi ke-8 pada perangkingan yang dilakukan Badminton World Federation (BWF) dalam kategori tunggal putri. Sebuah prestasi yang mengagumkan bagi atlet Indonesia ini.

Sepanjang karirnya, Gregoria telah memenangkan 252 pertandingan dengan kekalahan 138. Ia berhasil mengamankan 9 perunggu, 7 perak, dan 2 emas setiap mewakili Indonesia dalam ajang pertandingan internasional. 

Veddriq Leonardo, meraih medali emas dari cabang panjat tebing nomor speed

011_Veddriq-Leonardo(Foto-Epa-EFE:Chrstophe-Petit-Tesson).jpegFoto: EPA-EFE/Christophe Petit Tesson

Indonesia kembali bersorak bangga tatkala salah satu atlet kita, Veddriq Leonardo, berhasil menyabet emas dalam olahraga panjat tebing nomor speed.

Atlet yang lahir 11 Maret 1997 di Pontianak, Kalimantan Barat ini mengikuti kejuaraan pertamanya pada 2014. Kejuaraan yang diadakan di Tanjung Balai, Kepulauan Riau menempatkan dirinya pada posisi delapan besar.

Tahun 2016 menjadi hari yang membanggakan bagi Veddriq. Karena pada kejuaraan nasional junior di Bangka Belitung ini, Veddriq berhasil mendapatkan medali pertamanya, yaitu medali perunggu.

Pada 2018 lalu, ia melakukan debut pertamanya pada ajang internasional di Piala Dunia IFSC Moskow dan berhasil menduduki peringkat ketiga.

Atlet lulusan Universitas Tanjungpura ini berhasil mengalahkan atlet dari China, Wu Peng, pada perhelatan olimpiade 2024. Perbedaannya sangat tipis, hanya 0,02 detik. Wu Peng berada pada angka 4,77 detik sedangkan Veddriq di angka 4,75 detik.

Rizki Juniansyah, menyabet medali emas di cabang angkat besi

011_RizkiJuniansyah(Foto-Noc-Indonesia:Naif-Muhammad).jpegFoto: Noc Indonesia/Naif Muhammad

Emas kedua membuat Indonesia sempat masuk dalam peringkat tiga puluh besar, sebelum akhirnya tergeser kembali. Ia adalah Rizki Juniansyah, atlet angkat beban yang berhasil menyabet medali ketiga bagi Indonesia.

Lahir pada 17 Juni 2003 di Kota Serang, Banten, Rizki sudah berlatih angkat beban sejak usianya masih belia.

Maklum saja, ayahnya, Mohamad Yasin, merupakan mantan atlet angkat besi yang pernah berprestasi di SEA Games antara 1983-1993. Ibunya, Yeni Rohaeni, juga atlet angkat berat Provinsi Banten. Bahkan saudara-saudaranya Rizki turut menggeluti bidang olahraga yang satu ini, lho. 

Rizki memiliki segudang prestasi selama berkarir sebagai atlet angkat beban. Rizki pernah memperoleh emas pada Kejuaraan Nasional Antar-PPLP 2017 dan Kejurnas PPLP 2018. 

Hal yang cukup menarik dalam pertandingan ini adalah Rizki tidak menyangka kalau dirinya telah melampaui rekor olimpiade sebelumnya.

"Saya sangat tidak menyangka bisa mengangkat 199kg dan saya juga sempat tidak tahu kalau itu olympic rekor," ujar Rizki dalam konferensi pers di KBRI Paris, Prancis.



Share