Bahaya BPA Bagi Tubuh, Anda Harus Lebih Hati-Hati!
Bahaya BPA Bagi Tubuh, Anda Harus Lebih Hati-Hati!
Kita pasti sering menggunakan produk-produk berbahan plastik dalam keseharian kita. Baik itu sendok plastik, piring plastik, botol plastik, atau kantong plastik.
Tahukah Anda bahwa di dalam plastik itu ada bahan berbahaya yang disebut BPA?
BPA atau Bisphenol A merupakan senyawa penting yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat dan resin epoksi. Bahan ini sering dipakai untuk membuat berbagai peralatan berbahan plastik dan bagian dalam pada kaleng makanan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa BPA dapat memengaruhi kesehatan kita. Apa saja itu?
Mengganggu hormon estrogen
BPA diketahui memiliki kesamaan dalam penempatannya dengan estrogen. Estrogen merupakan hormon yang diproduksi oleh ovarium, kelenjar adrenal di ginjal, vagina, dan rahim. Hormon ini berperan dalam perkembangan dan reproduksi wanita. Laki-laki juga memiliki hormon estrogen, namun jumlahnya lebih sedikit daripada wanita.
Ketika hormon ini terganggu maka akan menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satunya bisa terjadi peningkatan estrogen yang mengakibatkan seorang perempuan lebih cepat mengalami pubertas ketimbang biasanya.
Salah seorang dokter dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, dokter Oka Negara, menyebut berbagai rentetan akibat akan muncul dari perempuan yang pubertas dini. Diantaranya permasalahan kehamilan dini, permasalahan janin, hingga kemungkinan ibu akan meninggal ketika melahirkan.
Masalah kesuburan
BPA yang masuk ke dalam tubuh juga dapat memengaruhi laki-laki, yaitu pada kesuburan yang dimiliki.
BPA akan mengganggu testis, sebagai organ yang memproduksi sperma, sehingga penurunan kualitas sperma bisa terjadi.
Huo, dkk (2015) menjelaskan permasalahan ini juga dapat terjadi pada perempuan. BPA dapat mengikat reseptor estrogen dan mengganggu berbagai hormon yang dibutuhkan dalam proses menstruasi, ovulasi, dan reproduksi.
BPA juga mampu mempersulit menempelnya sel telur yang telah dibuahi di dinding rahim. Akibatnya kehamilan sulit terjadi.
Meningkatkan risiko diabetes
Dokter Oka juga memaparkan bahwa BPA mampu meningkatkan risiko terkena diabetes . Ini terjadi akibat respon inflamasi yang meningkat dalam tubuh sehingga memengaruhi sel-sel pankreas.
Sel pankreas yang tidak berfungsi secara maksimal akan membuat kadar gula darah pada tubuh tidak terkontrol sehingga terciptalah penyakit diabetes.
Kanker payudara dan prostat
Dalam penelitian yang dituliskan di buku “BPA Free: Perisai Keluarga dari Bahan Kimia Berbahaya” menjelaskan bahwa paparan BPA berdampak pada peningkatan risiko terkena kanker payudara. Penelitian itu menemukan senyawa BPA dapat meningkatkan pembelahan sel kanker dan menyebabkan peningkatan stres oksidatif.
Penelitian lain juga menjelaskan bahwa BPA mampu meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada laki-laki.
Masalah kardiovaskuler
Berbagai kompilasi permasalahan kardiovaskuler bisa terjadi jika BPA yang masuk ke dalam tubuh melebihi batas aman. Penelitian menyebutkan penyakit kardiovaskuler seperti angina, hipertensi, serangan jantung, dan penyakit arteri koroner dan perifer dapat terjadi.
Siklus menstruasi yang berantakan
Dokter Yudhan Triyana menjelaskan banyak remaja di media sosial merasakan bahwa siklus menstruasi mereka tidak teratur.
Penelitian lain juga menemukan masalah pubertas, ovulasi, bahkan infertilitas pada perempuan.
Gangguan otak dan saraf
Prof. Junaidi Khotib menemukan bahwa paparan BPA dapat menurunkan fungsi otak dan saraf seseorang. Hal ini menimbulkan dampak seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Autism Spectrum Disorder (ASD), dan gangguan kesehatan mental pada anak-anak.
Tips menghindari BPA agar hidup lebih aman
Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan demi terhindar dari bahaya BPA.
Pertama, gunakan bahan-bahan yang tidak terbuat dari plastik. Bahan tersebut misalnya kayu, kaca, porselen, bambu, alumunium, atau stainless steel.
Kedua, pilih bahan plastik bebas BPA. Beberapa produk yang terbuat dari plastik telah mencantumkan label “BPA Free” dalam produknya. Ini menandakan bahan yang digunakan dalam pembuatan wadah tidak mengandung BPA di dalamnya.
Ketiga, pilih label bernomor 1, 2, 4, 5, dan 6. Hindari produk dengan label 3 dan 7 karena dapat dipastikan produk tersebut mengandung BPA di dalamnya.
Keempat, jangan menaruh bahan panas ke dalam wadah plastik. Hindari menempatkan makanan atau minuman panas dalam wadah plastik yang Anda miliki. Suhu yang panas ditakutkan dapat menyebabkan perpindahan BPA dari wadah ke dalam makanan.
Kelima, cuci dengan sikat yang lembut. Terutama pada produk plastik yang penting seperti wadah makanan dan botol bayi. Penggunaan sikat kasar dapat menggores wadah sehingga BPA bisa masuk ke dalam makanan.
Keenam, simpat di tempat yang aman. Hindari dari guncangan, bau menyengat, dan sinar matahari langsung.
Ingat, efek paparan BPA tidak hanya terjadi dalam sehari atau dua hari saja. Akan tetapi sifatnya adalah kumulatif, yaitu menumpuk sebelum menimbulkan efek. Karenanya, pencegahan sedari dini lebih baik daripada menghadapi risiko kesehatan kedepannya.