Skip to main content
Kandungan gula dalam kopi instan perlu diwaspadai (Foto: unsplash/rivage)
Kandungan gula dalam kopi instan perlu diwaspadai (Foto: unsplash/rivage)

Awas, Gula Berlebih dalam Minuman Kemasan dan Saset

By Raihan Atha
Kandungan gula dalam kopi instan perlu diwaspadai (Foto: unsplash/rivage)
Kandungan gula dalam kopi instan perlu diwaspadai (Foto: unsplash/rivage)

Awas, Gula Berlebih dalam Minuman Kemasan dan Saset

By Raihan Atha

Minuman saset dan kemasan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Mulai dari sekolah, tempat kerja, hingga di dalam rumah paling tidak tersedia jenis produk yang satu ini.

Ini sangat praktis bagi kalian yang mungkin punya jadwal sibuk dan tidak sempat menyeduh kopi. Atau ketika cuaca sedang panas sehingga minuman dingin dan manis terlihat menggoda.

Akan tetapi, tahukah kalian bahwa kebanyakan minuman saset dan kemasan ini mengandung gula yang cukup tinggi?

Satu kemasan mengandung 50% gula dari keseluruhan isi

Kalau kalian perhatikan minuman instan seperti kopi atau minuman manis lainnya, kandungan gula yang dimiliki bisa sangat banyak. Salah satu kopi instan saja dengan berat bersih 20 gram, tertulis kandungan gulanya mencapai 13 gram.

Ini menunjukkan kalau kopi instan lebih ke arah ‘minum gula’, ketimbang kopinya.

Beberapa minuman kemasan yang sering kita temui di minimarket juga mengandung gula yang nggak sedikit, lho. Misalnya minuman jus buah, yang satu kemasannya terkandung 23 gram gula.

Bahkan beberapa minuman manis yang sering dikonsumsi anak-anak juga sering mengandung gula yang berlebih.

Batas konsumsi gula harian

Semua yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk konsumsi gula. Karenanya, organisasi kesehatan di seluruh dunia telah menetapkan batas konsumsi gula harian yang masih masuk kategori aman.

Dilansir dari situs Kemenkes, konsumsi gula harian yang dianjurkan tiap orang adalah 10% dari total energi atau 50 gram per hari. Batas ini termasuk pada gula yang terkandung dalam konsumsi harian seperti nasi, buah, atau sayur.

Hal ini yang sering kali tidak kita sadari. Sudah dapat gula dari makanan sehari-hari, tetapi masih mengonsumsi gula tambahan dari minuman saset atau kemasan. Bisa-bisa menimbulkan penyakit yang bisa menghambat aktivitas kalian.

Penyakit konsumsi gula berlebih

Beberapa penyakit dari konsumsi gula yang berlebih diantaranya:

1. Meningkatkan risiko obesitas

Gula memang mampu memberikan energi bagi kita yang mengonsumsinya. Akan tetapi, kalau konsumsi gula yang berlebih tidak dibarengi aktivitas yang cukup, maka akan menimbulkan penyakit obesitas. Hal ini karena kalori yang menumpuk tidak terbakar sempurna oleh tubuh, sehingga mengendap dan menjadi lemak.

Jangan heran kalau 2 dari 5 orang di Indonesia kelebihan berat badan.

2. Penyakit diabetes

Hal lain yang bisa ditimbulkan dari konsumsi gula tidak terkontrol adalah munculnya diabetes. Apalagi kalau konsumsi ini tidak dibarengi dengan olahraga rutin. Makanya, bukan hal yang asing bila diabetes 2 ini muncul bagi mereka yang gemar mengonsumsi minuman manis.

3. Karies gigi

Bakteri yang tinggal di gigi kalian makan dari gula yang tersisa. Ketika bakteri ini memakan gula, mereka akan menciptakan asam.

Asam ini yang kemudian akan mengikis lapisan terluar gigi dan menyebabkan gigi berlubang atau karies. Apalagi kalau kebersihan gigi kalian tidak terjaga dengan baik, bisa pesta tuh para bakteri yang ada.

4. Penyakit jantung

Penelitian menunjukkan seseorang yang kalorinya dari konsumsi gula tambahan memiliki risiko meninggal 38% lebih tinggi karena penyakit jantung. Angka ini naik dua kali lipat ketika kalori yang dikonsumsi hingga 21% atau lebih dan berasal dari gula tambahan.

Kalian boleh saja konsumsi gula. Karena memang gula mampu memberikan energi untuk menjalani hari. Apalagi bagi pekerja lapangan yang notabenenya membutuhkan energi lebih. Tapi ingat, konsumsi gula harian juga perlu diperhatikan, apalagi jika kalian sering mengonsumsi minuman saset atau kemasan. Dan juga jangan lupa olahraga yang rutin, ya!



Share