Skip to main content
Pretend play (FOTO: Freepik)
Pretend play (FOTO: Freepik)

Segudang Manfaat 'Pretend Play': Saat Anak Jadi Dokter, Guru, atau Koki

By Salma Fauziah
Pretend play (FOTO: Freepik)
Pretend play (FOTO: Freepik)

Segudang Manfaat 'Pretend Play': Saat Anak Jadi Dokter, Guru, atau Koki

By Salma Fauziah

Si kecil suka main pura-pura jadi kasir, koki, masinis, atau aktor? Jenis permainan peran itu namanya pretend play! Terlihat lucu dan gemas mendengar ia mendalami peran, ternyata pretend play memang bagus banget untuk perkembangannya, lho! Apalagi kalau kita sebagai orang tua bisa ikut mendampinginya hanyut pada permainan peran.

Mendorong anak mengenal diri dan dunia sekitar

Lewat pretend play, anak belajar tentang kesukaan, ketidaksukaan, minat, dan kemampuan mereka. Misalnya, ketika bermain dengan boneka, anak bisa bereksperimen tentang ide dan perasaan-perasaan baru.

Boneka sering jadi ‘versi kecil’ dari diri anak. Biasanya mereka akan menganggap boneka sebagai adik atau bahkan anak. Hal ini membuat anak bisa mengenali jenis-jenis perasaan dan cara mengungkapkannya.

Mengatasi pengalaman baru yang membingungkan

Pretend play membantu anak menghadapi situasi baru yang membingungkan. Contohnya saat anak berpura-pura jadi dokter dan “menyuntik” teman atau bonekanya. Permainan itu bisa membantu mereka merasa lebih nyaman menghadapi suntikan dokter di dunia nyata.

Bahkan, pretend play bisa jadi cara anak mengolah perasaan saat menghadapi peristiwa besar. Seperti punya adik baru, perceraian orang tua, atau kehilangan anggota keluarga.

Mengembangkan kemampuan berpikir dan bersosialisasi

Pretend play adalah aktivitas yang melibatkan kemampuan berpikir kompleks. Di antaranya kemampuan bernegosiasi dan memahami sudut pandang orang lain, membuat rencana dan melaksanakannya, serta mengeskpresikan ide.

Kemampuan-kemampuan tersebut tidak hanya berguna saat kecil. Namun, bisa menjadi bekal penting dalam kehidupan dewasa, seperti saat bekerja dan berinteraksi sosial.

Meningkatkan kecerdasan sosial dan emosional

Cara kita berinterkasi dengan orang lain sangat memengaruhi kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Lewat pretend play, anak belajar membaca keadaan, mengelola emosi, dan bekerja sama. Kemampuan itu bisa meningkatkan kecerdasan sosial dan emosional mereka.

Begini cara dukung anak saat pretend play

Sebagai orang tua, kita bisa mendorong anak untuk lebih menikmati pretend play, caranya adalah:

  1. Gunakan cerita

Ajak anak untuk menghidupkan cerita pretend play. Tanyakan hal-hal seperti, “Menurut kamu, apa yang terjadi selanjutnya?”. Bisa juga dengan menambahkan twist-twist baru yang membuat cerita lebih asyik.

  1. Buat kotak properti

Kita bisa membuat kotak-kotak khusus berisi properti sesuai tema, misalnya properti tema kantor, dokter, atau restoran. Biarkan anak menggunakan kreativitasnya untuk menggunakan properti tersebut saat pretend play.

  1. Berikan waktu yang cukup

Jangan batasi waktu pretend play anak. Biarkan mereka menikmati prosesnya. Jika memungkinkan, izinkan ruangan tertentu berubah jadi latar pretend play mereka selama beberapa hari.

Dengan mendukung anak bermain peran, kita membantu mereka belajar dan berkembang dengan cara yang menyenangkan. Jadi, biarkan imajinasi mereka bebas berlari, karena dunia mereka penuh dengan kemungkinan tak terbatas.



Share