Skip to main content
Roti kompiang (FOTO: Wow Babel)
Roti kompiang (FOTO: Wow Babel)

Roti Kompiang Khas Labuan Bajo yang Enak Dimakan Sambil Ngopi

By Salma Fauziah
Roti kompiang (FOTO: Wow Babel)
Roti kompiang (FOTO: Wow Babel)

Roti Kompiang Khas Labuan Bajo yang Enak Dimakan Sambil Ngopi

By Salma Fauziah

Roti kompiang (atau kompyang) adalah salah satu panganan khas Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang sudah ada sejak tahun 80-an. Punya taburan wijen, roti ini sering disamakan dengan burger. Teksturnya yang keras membuat kompiang cocok disantap bersama secangkir teh atau kopi hangat di pagi hari.

Berasal dari Tiongkok

Banyak ditemukan bahkan jadi ciri khas NTT, roti kompiang ternyata tak berasal dari sini. Melainkan dari negeri Tiongkok. Sejarahnya bermula pada tahun 1563, ketika keberadaan pasukan Dinasti Ming yang sedang berperang selalu berhasil dilacak oleh lawannya. Usut punya usut, itu karena mereka masih memproduksi makanan dengan api, yang membuat asapnya naik dan akhirnya terdeteksi lawan. Akhirnya pemimpin pasukan berinisiatif membuat roti gandum yang dibolong tengah agar dapat diuntai bersama. Bekal perang ini menyelesaikan problem asap yang jadi penyebab kekalahan. Inilah roti yang kemudian diberi nama guang bing atau kompia.

Roti kompiang masuk NTT

Lalu, bagaimana kompiang bisa sampai di Labuan Bajo? Pada tahun 1983, Aci, seorang perempuan keturunan Tiongkok, membuka Toko Tarsan yang menjual roti kompiang. Pembedanya, kompiang yang ia buat tidak memiliki lubang di tengahnya. Sejak saat itu, kompiang jadi makanan yang khas bagi masyarakat NTT, khususnya daerah Manggarai.

Selain tidak memiliki lubang di tengah selayaknya guang bing Tiongkok, kompiang juga punya pembeda lain, yaitu taburan wijen di atasnya. Di NTT, wijen juga akrab disebut longa. Makanya, kompian sering juga disebut Kompiang Longa.

Ragam cara nikmati roti kompiang

Manisnya roti kompiang berpadu dengan aroma gurih wijen paling pas dinikmati saat bersantai. Bersama kopi di pagi atau sore hari, sambil bercengkerama dengan keluarga atau teman.

Roti kompiang memiliki tekstur renyah di luar, tapi lembut di dalam. Manisnya juga susah dilupakan, karena cita rasanya yang cukup unik. Di NTT, kita bisa dengan mudah menemukannya di toko oleh-oleh, pasar, hingga kedai di pinggir jalan.

Roti kompiang bukan hanya sekadar makanan khas NTT, tetapi juga menjadi simbol dari pertemuan budaya yang kaya. Dengan mencicipi roti kompiang, kita tidak hanya menikmati cita rasa unik, tetapi juga merasakan sejarah yang begitu kaya dan penuh makna dari tanah Nusa Tenggara Timur.



Share