Rahasia Memilih Kurma Terbaik untuk Ramadan, Jangan Sampai Salah Pilih!
Rahasia Memilih Kurma Terbaik untuk Ramadan, Jangan Sampai Salah Pilih!
Ramadan selalu identik dengan kurma. Bukan hanya karena anjuran Rasulullah, tetapi juga karena rasanya yang manis dan kemampuannya memberikan energi bagi tubuh. Tak heran jika kurma hampir selalu hadir di masjid-masjid yang menyediakan takjil ataupun santapan sahur. Ingin berburu kurma terbaik untuk buka puasa? Berikut tipsnya!
Beragam jenis kurma dan keistimewaannya
Buah yang berasal dari pohon palem ini memiliki banyak jenis. Masing-masing punya karakteristik unik. Salah satu yang paling terkenal adalah kurma Mejdool. Kurma asal Maroko ini berukuran besar, memiliki rasa yang sangat manis, serta teksturnya lebih lembut dan sedikit lengket dibandingkan jenis lainnya. Oleh karena rasanya yang kaya, Mejdool sering menjadi pilihan utama bagi mereka yang menyukai kurma dengan kelembutan ekstra.
Jenis lain yang tak kalah populer adalah kurma Ajwa. Kurma ini banyak ditemukan di wilayah Timur Tengah, khususnya Arab Saudi. Warna hitam keunguan yang khas serta teksturnya yang lebih keras membuatnya mudah dikenali. Meski tidak semanis Mejdool, kurma Ajwa sering dinikmati bersama kopi hitam atau potongan cokelat untuk menciptakan perpaduan rasa yang unik.
Bagi yang ingin mencicipi kurma khas Arab Saudi, kurma Sukkary bisa menjadi pilihan. Sering disebut sebagai "kurma kerajaan", Sukkary hanya tumbuh di wilayah Al Qassim, Arab Saudi. Jenis kurma ini kerap disajikan saat berbuka puasa karena memiliki makna spiritual. Menurut Liputan6, Sukkary memiliki tekstur yang sangat lembut dengan rasa manis yang menyerupai madu.
Memilih kurma Ajwa asli dan kurma dengan manis alami
Memilih kurma yang berkualitas memang memerlukan ketelitian, terutama untuk jenis yang sering dipalsukan seperti kurma Ajwa. Berdasarkan investigasi Kompas di Pasar Tanah Abang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memilih Ajwa yang asli.
Warna Ajwa yang asli cenderung pekat dan kehitaman, bukan cokelat seperti kebanyakan kurma. Selain itu, kulitnya memiliki tekstur lembut dengan banyak kerutan. Saat digigit, daging buahnya tidak terlalu lembut, memberikan sensasi kunyahan yang khas.
Selain itu, ada cara unik untuk membedakan kurma yang manisnya alami dengan yang telah diberi pemanis tambahan. Kurma dengan rasa manis alami cenderung lebih keras dan padat, sementara yang menggunakan pemanis buatan terasa lebih lunak dan sedikit lengket.
Kurma dengan biji atau tanpa biji, mana yang lebih baik?
Saat membeli kurma, mungkin kita akan menemukan dua jenis utama: kurma dengan biji (unpitted) dan kurma tanpa biji (pitted). Sekilas, kurma tanpa biji tampak lebih praktis, terutama jika ingin langsung dimakan atau digunakan dalam masakan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Kurma yang sudah dihilangkan bijinya (pitted) sering kali lebih kering dan sedikit lebih keras untuk dikunyah. Sebaliknya, kurma yang masih memiliki biji (unpitted) cenderung lebih lembut dan mengandung lebih banyak daging buah. Hal ini terjadi karena bagian dalam kurma tidak terkena udara secara langsung, sehingga kelembapannya tetap terjaga.
Jika ingin menghilangkan bijinya sendiri, caranya cukup mudah. Gunakan pisau tajam untuk membuat sayatan memanjang pada kurma, lalu dorong bijinya keluar. Jangan lupa untuk membuang batang kecil berwarna cokelat yang sering menempel di ujungnya.
Ketika berbelanja kurma, biasanya kurma unpitted yang lebih gemuk dapat ditemukan di bagian produk segar, terutama jika membeli jenis Mejdool. Sementara itu, kurma tanpa biji lebih sering dijual dalam kemasan di bagian bahan kue.
Baik memilih kurma Mejdool yang lembut, Ajwa yang berkarakter kuat, atau Sukkary yang manis seperti madu, setiap jenis kurma memiliki keunikan tersendiri. Dengan memahami karakteristiknya, kita bisa memilih kurma terbaik sesuai selera dan kebutuhan saat Ramadan tiba.